26 September 2011

HASIL SAWIT PT BUMI RAYA INVESTINDO KOTABARU CUMA 70 RIBU PER HEKTAR


Anggota plasma sawit PT Bumi Raya Investindo resah karena hasil sawit yang diterima dinilai sangat sedikit jika di banding dengan hasil kebun Koperasi Gajah Mada kecamatan kelumpang yang mencapai 1,5-2 juta per hektar, yang menjadi pertanyaan adalah lantas kemana hasil sawit yang lainya . Anggota koperasi menilai usia kebun yang telah 10 tahun lebih seharusnya telah mencapai produktivitas yang maksimal sehingga hasilnya pun bisa diharapkan untuk menyokong biaya hidup sehari-hari yang meningkat.
Ditanya soal hasil sawit yang sangat kecil salah seorang anggota menyampaikan kecurigaan pihak perusahaan.
" Pihak perusahaan pasti tidak transparan dan jujur memberikan hasil sawit atau mungkin ada kecurigaan kolusi dengan koperasi ! " ujar kesal salah seorang anggota yang tidak mau disebut namanya.
Karena ketidakpercayaan kepada perusahaan dan koperasi , ratusan anggota berkehendak membentuk semacam ikatan / paguyuban petani plasma Pulau Laut Barat yang menuntut penjelasan hasil, pembagian hasil dan status kredit yang telah dibayarkan. Karena informasi yang didapatkan dari pihak koperasi sangat sedikit dan terkesan ditutup-tutupi.
Kita berharap palsma yang tujuanya adalah proyek meningkatkan kesejahteraan petani sekitar bukan justru sebaliknya, menjadi proyek pemiskinan rakyat .
Beberapa petani berpikir jika kondisi begini terus sebaiknya lahan di minta kembali dan di tanami karet , atau sawit sendiri dan di pasarkan sendiri ke pabrik CPO di Kotabaru.


2 comments:

  1. Info yang menarik dok....
    ditunggu postingan sawit lontar selanjutnya

    ReplyDelete
  2. TAHUN 2013 KIRA KIRA ADA PERBAIKAN APA TIDAK, KLU ADA SAYA JUGA MAU INVES

    ReplyDelete