29 January 2014

Hipertensi Kronis Merusak Organ Penting Tubuh Secara Diam-diam



Berapa sich tekanan yang dikatakan Darah Tinggi ?

Untuk mengetahui apakah seseorang mengalami hipertensi, tidak bisa diduga-duga begitu saja, tetapi harus diukur dengan alat pengukur tekanan darah. Tekanan darah yang normal berkisar antara 120-110/80-70 mmHg. Lebih dari itu, maka kita harus waspada Karena jika terjadi peningkatan tekanan darah berkepanjangan akan merusak pembuluh darah di sebagian besar tubuh.  

Apa gejala Darah Tinggi Kronis yang dapat di rasakan penderita ?

 Pada tahap awal, hipertensi memang tidak menunjukkan gejala, tetapi jika tekanan darahnya mencapai 250,mmhg  bisa menimbulkan gejala seperti kejang dan pandangan kabur. Bagi seseorang dengan tekanan darah di atas 160 sudah harus minum obat hipertensi.
Dan jika seseorang sudah terkena hipertensi, seumur hidupnya harus minum obat. Jika tidak minum obat secara teratur maka hipertensinya tidak terkontrol dan akan berakibat buruk bagi kesehatan dirinya. 

 Waduh...Komplikasinya ?

Organ tubuh seperti ginjal, jantung dapat rusak akibat hipertensi yang tidak diobati dengan benar, Bayangkan, di dalam ginjal terdapat jutaan pembuluh darah kecil yang berfungsi sebagai penyaring produk sisa darah yang harus dikeluarkan . Apabila pembuluh darah di ginjal rusak, maka kemungkinan aliran darah berhenti membuang limbah dan cairan esktra dari tubuh. Jika cairan melimpah dalam pembuluh darah, maka dapat meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah yang begitu hebat dapat merusak dinding-dinding pembuluh darah dan juga bisa merusak jantung.

Kalau disuruh minum obat terus menerus malas, harus gimana nich ?

 Melihat risiko yang tinggi itu, sangatlah “miris” jika hanya sedikit saja orang yang peduli kesehatannya. Saat ini prevalensi hipertensi di Indonesia 31,7 persen atau sepertiga penduduk Indoneisa, sekitar 50 juta lebih penduduk menderita hipertensi. Dari jumlah itu, 50 persennya tidak mengetahui dirinya hipertensi.Sedangkan dari 50 persen yang tahu menderita hipertensi, separuhnya tidak minum obat. Dan parahnya lagi, dari 50 persen yang minum obat itu, hanya separuhnya yang minum obat secara teratur. Ini jadi masalah.

Gak Mau  Dech..Darah tinggi ada  upaya pencegahan gak?

 Meskipun penderita hipertensi harus minum obat seumur hidupnya, tetapi kualitas hidupnya masih dijaga dengan mengatur pola makan dan gaya hidup sehat. Sementara untuk mencegah agar kita terhindar dari risiko hipertensi, maka sejak dini sudah menjalani hidup sehat, antara lain, kurangi konsumsi garam, tidak merokok, olah raga fisik minimal 30 menit sehari, dan perbanyak makan sayur dan buah-buahan.

28 January 2014

Anemia , penghambat pertumbuhan dan kecerdasan Anak.

Anemia 


Anemia adalah kondisi kandungan hemoglobin dalam darah kurang , ditandai dengan rendahnya kadar Hb dalam pemeriksaan darah.
Anemia sering terjadi perlahan sehingga tidak dirasakan oleh orang yang mengalami.  Gejala anemia di rasakan karena tubuh akan menyesuaikan / mengadaptasi anemia didalam tubuh.
Untuk  mengetahui  perlu dilakukan pemeriksaan darah rutin yang didalamnya ada pemeriksaan kadar hemoglobin.  Lalu siapa saja yang berpotensi anemia ?


Bayi dan Balita gemuk... aduh..lucunya....


Ibu-ibu sering senang kalau dipuji anaknya gemuk pipinya gembul , tetapi dari medis kegemukan memiliki resiko anemia.  Sehingga akibat anemia yang diderita  bayi gemuk kebanyakan akan mengalami kemunduran perkembangan motorik dan kognitifnya . Hal ini logis dan masuk akal karena hemoglobin diperlukan tubuh untuk mengangkut oksigen dan nutri ke organ vital seperti otak . Anemia mengakibatkan suply oksigen dan nutrisi otak terhambat sehingga berakibat kemunduran perkembangan otak dalam motorik dan kognitif.

Balita  dan anak sekolah suka main tanah dan tidak cuci tangan sebelum makan


Anak yang dibesarkan dalam lingkungan yang tidak bersih dan jauh dari perilaku hidup bersih dan sehat berpotensi terkena cacingan , dan cacing ini akan menyerap nutrisi termasuk mineral penyusun hemoglobin didalam usus sehingga dengan mudah menderita anemia.
Anemia jika menyerang pada anak sekolah maka bisa dibayangkan , jika nutrisi ke otak /oksigen yang ke otak berklurang maka sel-sel saraf yang menjadi pusat kecerdasan tidak bisa berkembang baik, akibatnya daya tangkap pelajaran rendah dan prestasi menjadi buruk.

Remaja Putri atau ibu-ibu dengan mens lama/banyak


Anemia dapat diakibatkan oleh pendarahan yang lama dan atau banyak .  Kaum hawa secara rutin akan mengalami haid setiap bulan, namun tidak sedikit mengalami mens yang kelewat banyak ( hypermenorhoea ) . Akibat hilangnya darah dari tubuh melalui mens maka kadar hemoglobin pun juga tergerus dan timbulan anemia .

Gejala Anemia 


Secara umum gejala anemia dikenal dengan 4L , lemah, letih , lesu dan Loyo.
Mudah capek tidak bersemangat , mudah mengantuk dan sulit berkonsentrasi.

Mencegah Anemia,


Tentunya harus melalui pemeriksaan dulu jenis anemianya, namun yang sering adalah akibat kurang zat besi. Untuk itu suplemen zat besi dapat diberikan pada orang-orang yang beresiko , seperti diatas.










26 January 2014

Lumpuh Wajah Separuh atau Bell's Palsy [ bukan stroke ]


Pengertian

Bells’ palsy adalah suatu kelainan pada saraf wajah yang menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan tiba – tiba pada otot di satu sisi wajah dan menyebabkan wajah miring/ mencong. Berbeda dari Gangguan Peredaran Darah Otak , kelumpuhan wajah sesisi ini tidak dibarengi dengan kelumpuhan anggota badan/tubuh lainnya

Penyebabnya

 Penyebabnya tidak di ketahui, tetapi di duga terjadi pembengkakan pada saraf wajah sebagai reaksi terhadap virus, penekanan atau berkurangnya aliran darah.
Beberapa contoh menurut literatur
  • Angin dingin dari arah depan ini membuat saraf di sekitar wajah sembab lalu membesar ”Saraf itu bernama Nervous Facialis”.
  • Akibatnya saraf terjepit, ini yang menyebabkan kelumpuhan dan hal ini biasanya di alami oleh pengendara sepeda motor yang melakukan perjalanan jauh dan mereka tidak menggunakan helm fullface.
  • Terlalu lama  berada di dalam ruang ber -AC.
  • Mandi air dingin di malam hari .
Adapun penyakit lain yang bisa menyebabkan kelumpuhan saraf wajah :
  • Tumor otak yang menekan saraf
  • Kerusakan saraf wajah karena infeksi virus
  • Infeksi telinga tengah
  • Penyakit lyme
  • Patah tulang di dasar tenggkorak

Diagnosa 

ditegakkan berdasarkan gejalanya serta dapat dilihat dari riwayat penyakit atau hasil pemeriksaan CT scan, MRI.
Tidak ada pemeriksaan khusus untuk menegakan diagnosa bell’s palsy.

Gejala

1.      Bell ’s palsy  terjadi secara tiba – tiba. Beberapa jam sebelum terjadi kelemahan pada otot  wajah, penderita merasakan nyeri di belakang telinga.
2.      Kelemahan otot yang terjadi bisa ringan sampai berat, tetapi selalu pada sisi wajah. Sisi wajah yang mengalami kelumpuhan menjadi datar dan tanpa ekpresi, tetapi penderita seolah – olah wajahnya terpuntir.
3.      Sebagian besar penderita mengalami mati rasa atau merasa ada beban di wajahnya, meskipun sebetulnya sensasi wajah adalah normal.
4.      Jika bagian atas wajah juga terkena, maka penderita juga akan mengalami kesulitan dalam menutup matanya di sisi yang terkena. 

Pengobatan

  1. Tidak ada pengobatan khusus untuk bell’s palsy.
  2. Beberapa ahli percaya kortikoseteroid misalnya ”prednison” harus di berikan dalam waktu tidak lebih dari 2 hari setelah timbulnya gejala dan di lanjutkan sampai 1 – 2 minggu.
  3. Jika kelumpuhan otot wajah menyebabkan mata tidak dapat tertutup rapat, maka mata harus di lindungi dari kekeringan.
  4. Tetes mata pelumas digunakan setiap beberapa jam. Pada kelumpuhan yang berat, pemijatan pada otot yang lemah dan perangsangan sarafnya bisa memebantu terjadinya kekauan otot wajah.

Saran

  1.  Gunakan helm full-face yang benar, merupakan salah satu cara agar terhindar dari bell’s palsy. (Pilihlah helm yang tidak terlalu ketat dan tidak terlalu longgar
  2. Jika tidur menggunakan kipas angin , jangan biarkan kipas angin menerpa           wajah langsung .
  3. Kalau sering lembur hingga malam, jangan mandi air  dingin di malam hari . Selain tidak bagus untuk jantung, juga tidak baik untuk kulit dan syaraf .
  4. Setelah berolah raga  berat, JANGAN LANGSUNG mandi atau mencuci wajah dengan air  dingin .

02 January 2014

BPJS , sebuah harapan besar tapi .....

Bagaikan Lari Estafet start satu-dua-dorr.....lari ...tapi tidak membawa tongkat estafet.

Kotabaru : 
Meskipun sudah efektif 1 Januari 2014 , dan pelayanan primer telah diikat kerjasama, namun sasaran belum jelas, belum ditentukan siapa saja peserta BPJS, kartu peserta belum juga dibagikan.
Sosialisasi kepada peserta belum ada, terutama sasaran warga miskin belum di tentukan .

Sehingga sore kemarin saya bingung saat wanita yang dalam medical record-ku adalah anak yatim dan kehidupanya jauh dari kata berkecukupan. Lantas menikah memilik bayi mungil  dan rupanya malang pun juga masih bersahabat dengannya -- suami meninggalakan dirinya dalam keadaan tak berdaya secara fisik , , mental dan keuangan.



Datang berobat dalam kondisi hope less, yach... dia menderita elephantiasis atau filariasis.
Dalam bahasa awam kaki gajah. Telah berupaya berobat ke RS Kotabaru namun petugas kesehatan di RS tersebut angkat tangan dan disarankan ke Banjarmasin , RS Ulin.  Dalam keadaan keuangan yang di miliki, ini menjadi hal yang mustahil . Dia datang berobat dengan harap ada solusi atas sakitnya apalagi ditelivisi ibu mentri dengan tenang dan senyum lebar telah menyampaikan BPJS telah berjalan. Tetapi yang ada dilapangan penetapan di tingkat desa belum ada, pemberian kartu serta penjelasan belum dilakukan.

Ya... apa boleh buat sang ibu tiri yang janda miskin dengan kaki gajah hanya bisa menahan kakinya yang semakin besar dan menimbulkan rasa nyeri.

Program BPJS , January 2014 masih program TV 

Sabar Ya bu.... programnya masih di TV. Nanti kalau saya sudah ditunjuk sebagai dokter primer ibu saya akan segera rujuk ke RS Kotabaru - dan jika RS Kotabaru Angkat tangan maka ibu pasti dirujuk ke RS Ulin Banjarmasin. Semua Gratis bu.... ( kecuali transport ) semoga Ambulance masuk komponen biaya bu....jadi nanti jika RS Kabupaten tidak sanggup di rujuk ke RS lain BPJS bisa menanggung transpotnya.

Dok,.....anaku Mimisan gimana Nich ?

" dok, anakku mimisan gimana niy doc?? " Seorang karyawan masuk ke ruangan saya  kelihatan panik  menyampaikan bahwa dia ditelpon istrinya di Jawa bahwa anaknya mimisan instrinya panik....

Mimisan, atau dalam bahasa kedokteran disebut sebagai epistaxis, bukanlah sesuatu yang asing. Namun tetap saja kita bisa "hilang akal" tatkala harus berhadapan dengan fenomena ini.

Ketika melihat seseorang, entah diri sendiri maupun individu lain mengalami mimisan, kemungkinan besar reaksi pertama kita adalah panik. Apalagi bagi Anda yang tengah menikmati masa-masa menjadi orangtua, menyaksikan darah mengucur dari hidung si kecil tentu sangat mengkhawatirkan. Padahal, jika memiliki pemahaman yang cukup menyangkut fenomena ini, kita tentu bisa lebih tanggap dan bisa menangani gangguan kesehatan ini secara lebih efektif.

Mimisan didefinisikan sebagai peristiwa perdarahan akut dari lubang hidung, rongga hidung, atau nasofaring. Pada dasarnya mimisan diklasifikasikan berdasarkan tempat perdarahan utama, anterior atau posterior.

Biang keladi yang umum pada epistaxis anterior adalah pecahnya pembuluh darah pada plexus Kiesselbach yang terletak di bagian anterior (depan) nasal septum (bagian yang membagi lubang hidung menjadi dua). Sementara perdarahan pada epistaxis posterior berasal dari cabang-cabang arteri sfenopalatina yang berada di bagian posterior (belakang) rongga hidung atau nasofaring.




Kebanyakan kasus mimisan tidak memiliki sebab yang mudah diidentifikasi. Namun, diketahui bahwa kebanyakan kasus disebabkan oleh kebiasaan mengorek hidung (epistaxis digitorum), diikuti oleh trauma pada wajah, adanya benda asing di dalam hidung, infeksi nasal atau sinus, dan terlalu lama menghirup udara kering.


Mimisan sering terjadi pada keadaan udara kering serta musim dingin. Keadaan udara kering ini dapat disebabkan oleh ketinggian hingga pendingin udara (air conditioner).

Jadi serius

Pada individu berusia belia, mimisan kemungkinan besar bukanlah suatu hal yang serius. Berbeda halnya dengan orang lanjut usia, epistaxis tidak dapat dianggap remeh karena bisa berujung pada komplikasi.

Pada orang usia paruh baya atau lanjut terjadi pergeseran otot tunika media secara progresif oleh kolagen. Hilangnya otot ini mengakibatkan kemampuan arteri untuk berkontraksi menurun sehingga perdarahan sulit dihentikan.

Banyak pustaka menyebutkan bahwa terdapat hubungan antara epistaxis dengan hipertensi. Walaupun hipertensi bukanlah penyebab langsung dari epistaxis, epistaxis umum terjadi pada pasien hipertensi. Selain itu, pasien yang sedang mengalami epistaxis cenderung berada dalam keadaan hipertensi.

Epistaxis pada penderita hipertensi lebih parah dan sulit berhenti dibandingkan orang dengan tekanan darah normal. Oleh karena itu, sebaiknya pasien semacam ini segera dirujuk ke rumah sakit.

Bagi kaum ibu, ternyata tidak hanya epistaxis pada si kecil saja yang perlu disikapi dengan cermat. Epistaxis yang terjadi pada wanita usia reproduktif pun patut mendapat perhatian lebih.

Penelitian terbaru membuktikan bahwa epistaxis memiliki kaitan dengan endometriosis. Endometriosis adalah gangguan medis yang umum memengaruhi kurang lebih 89 juta wanita usia reproduktif di seluruh dunia. Pada endometriosis, endometrium atau jaringan yang melapisi bagian dalam uterus (rahim) ditemukan di luar rahim, di bagian lain tubuh.

Normalnya, endometrium luruh setiap bulan melalui menstruasi. Namun, dengan adanya kondisi endometriosis, endometrium yang salah tempat tidak memiliki cara untuk dapat meninggalkan tubuh. Jaringan itu tetap akan pecah dan menimbulkan perdarahan, tetapi hasilnya menjadi jauh berbeda daripada kaum wanita yang tidak mempunyai penyakit ini. Akan timbul perdarahan internal, degenerasi darah dan jaringan yang luruh, inflamasi jaringan sekitar, dan pembentukan jaringan parut.

Epistaxis mungkin berpangkal dari peningkatan tekanan vena (seperti yang terjadi pada kelainan jantung maupun paru-paru) serta kelainan pada darah dan pembuluh darah. Kelainan darah yang dimaksud antara lain leukemia, hemofilia, penyakit Christmas (kekurangan faktor IX), purpura, anemia sel sabit, defisiensi vitamin C dan K, penyakit hati, penyakit von Willebrand’s, dan telangiectasia (penyakit Osler-Rendu).

Penanganan

Dalam menangani kasus mimisan, hal pertama yang harus diperhatikan adalah menenangkan diri Anda sendiri terlebih dahulu. Baru kemudian Anda dapat menjaga kestabilan emosional pasien mimisan.

Aturlah posisi pasien agar duduk condong ke depan sehingga darah tidak terisap masuk ke paru-paru. Namun, perlu diperhatikan juga bahwa pasien tidak boleh dibiarkan condong terlalu jauh sehingga kepalanya berada di bawah jantung. Jika posisi duduk tidak memungkinkan akibat adanya cedera lain, bantu agar pasien dapat berbaring dengan kepala dan bahu sedikit terangkat.

Setelah itu, jika tidak dicurigai adanya fraktur pada hidung, pencet lubang hidung pasien agar menutup. Jika hanya satu lubang hidung yang mengeluarkan darah, letakkan ibu jari Anda pada sisi hidung yang mengeluarkan darah dan tekan dengan lembut hingga lubang hidung menutup.

Berikan pula kompres dingin kepada hidung dan wajah agar pembuluh darah yang terluka mengurangi aliran darahnya. Instruksikan pasien agar tidak mengembuskan udara kuat-kuat lewat hidung selama beberapa jam. Hal ini bisa mengakibatkan luka yang telah tertutup jadi berdarah lagi.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah adanya fraktur pada hidung. Jika dicurigai adanya keadaan demikian, jangan mencoba menghentikan mimisan karena hal ini akan menyebabkan peningkatan tekanan di otak. Tutupi hidung menggunakan kain steril yang kering dengan ringan (tidak ditekan).

Jika titik perdarahan dapat terlihat dengan baik, praktisi medis akan melakukan tindakan kauterisasi. Kauterisasi adalah proses "membakar" tubuh untuk membuang atau menutup salah satu bagiannya.

Prosedur ini biasa dilakukan untuk menghentikan perdarahan yang terlalu parah, terutama pada amputasi. Ketika seseorang sering mengalami mimisan, besar kemungkinan terdapat pembuluh darah yang terbuka di hidung. Walaupun saat itu tidak terjadi perdarahan, kauterisasi tetap dilakukan untuk mencegah adanya perdarahan di masa mendatang.

Ketika usaha mengontrol perdarahan dengan teknik menekan maupun kauterisasi gagal, dilakukanlah nasal packing. Pilihan yang ada mencakup nasal packing tradisional, spons hidung, atau balon epistaxis.

Metode nasal packing anterior tradisional memanfaatkan kasa yang digulung dan diolesi jeli petroleum. Dengan menggunakan pinset, kasa dimasukkan hingga bertumpuk-tumpuk memenuhi rongga hidung.

Nasal packing yang dilakukan pada pasien epistaxis posterior memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi daripada anterior. Oleh karena itu, epistaxis yang memerlukan nasal packing posterior sebaiknya dilakukan bekerja sama dengan spesialis telinga hidung dan tenggorokan (THT).

Nasal packing posterior dilakukan dengan memasukkan kateter lewat lubang hidung, melalui nasofaring dan keluar melalui mulut. Ujung kateter yang keluar dari mulut "direkatkan" kepada kasa panjang. Balon epistaxis ditempatkan pada pertengahan kasa panjang. Bagian paling sulit dari prosedur ini adalah ketika dokter harus mendorong balon agar berada pada posisi yang tepat.

Setelah balon berada di rongga nasal posterior, posisinya diamankan dengan cara menggulung sisa kasa sehingga tertahan di lubang hidung dan dengan demikian mempertahankan tegangan kasa panjang yang menahan balon. Ujung kasa yang bebas keluar dari mulut kelak digunakan untuk menarik balon epistaxis.

Sumpal hidung ini pun bukannya tidak memiliki risiko sama sekali. Penggunaan sumpal hidung dapat berakibat kepada infeksi yang serius, serta dapat pula meningkatkan risiko sinusitis, atau sindrom syok toksik. Oleh karena itu, pemakaian sumpal hidung sebaiknya disertai pemberian penisilin atau sefalosporin generasi pertama lainnya. Pemberian analgesik oral juga dianjurkan.

Setelah mimisan berhasil diatasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pasien sebaiknya menghindari aktivitas fisik yang berlebihan. Selain itu, pengonsumsian makanan pedas maupun tembakau juga sama sekali tidak disarankan bagi Anda yang baru saja mengalami mimisan. Kaum ibu pun dianjurkan agar mengingatkan kepada buah hatinya agar tidak mengorek hidung karena dapat mengundang mimisan mampir lagi. ****

01 January 2014

1 Januari 2014 BPJS Kotabaru siap Berjalan


Apa itu BPJS ?

Sementara BPJS adalah singkatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. BPJS ini adalah perusahaan asuransi yang kita kenal sebelumnya sebagai PT Askes. Begitupun juga BPJS Ketenagakerjaan merupakan transformasi dari Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja).

Berapa iuran untuk Karyawan, PNS, TNI/POLRI, pedagang, investor, pemilik usaha atau perusahaan atau pihak yang bukan Penerima Bantuan Iuran ?

 Sesuai Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2013 jenis Iuran dibagi menjadi:
  1. Iuran Jaminan Kesehatan bagi penduduk yang tidak mampu maka akan didaftarkan oleh Pemerintah daerah dan iuranya dibayar oleh Pemerintah Daerah (orang miskin dan tidak mampu)
  2. Iuran Jaminan Kesehatan bagi peserta Pekerja Penerima Upah (PNS, Anggota TNI/POLRI, Pejabat Negara, Pegawai pemerintah non pegawai negeri dan pegawai swasta) dibayar oleh Pemberi Kerja yang dipotong langsung dari gaji bulanan yang diterimanya.
  3. Pekerja harian dan Peserta bukan Pekerja atau katakanlah masyarakat bukan karyawan dan bukan orang miskin dapat ikut program ini dengan cara membayar iuran bulanan sendiri. ( pemilik toko,pemilik warung,nelayan,petani, pengusaha angkutan,sopir dll yang ingin ikut program BPJS bisa ikut dengan membayar iuran sendiri )

Besar iuran berapa ? Mahal nggak Yach....


Besaran iuran bagi peserta yang mau membayar iuran sendiri tergantung kelas pelayanan rawat inap yang ingin diambil. Ya..misalnya Haji Sahlan, haji Bedu, Haji Udin dan masyarakat mampu yang lain bisa mengambil kelas I sedangkan mang Ujang, paman Ucok , pak parmin yang sebagai buruh pasar atau orang suruhan H Budhi , ya di ikut saja yang kelas III agar iuranya tidak berat.
Berikut besar iuran yang harus dibayar peserta yang mebayar sendiri :
- Untuk mendapat fasilitas kelas I dikenai iuran Rp 59.500 per orang per bulan
- Untuk mendapat fasilitas kelas II dikenai iuran Rp 42.500 per orang per bulan
- Untuk mendapat fasilitas kelas III dikenai iuran Rp 25.500 per orang per bulan

Ingat ini per orang lho ya... kalau H. Joni  punya anak 4 dan 2 istri maka  yang dibayarkan ya 59.500 x 7 orang atau sekitar 420.000 per bulan.
Pembayaran iuran ini dilakukan paling lambat tanggal 10 setiap bulan dan apabila ada keterlambatan dikenakan denda administratif sebesar 2 persen dari total iuran yang tertunggak paling banyak untuk waktu 3 (tiga) bulan. 

Kalau sudah memiliki kartu BPJS apa manfaatnya?


Seseorang yang memiliki kartu BPJS tidak bisa di gunakan oleh orang lain. Pemegang kartu berhak mendapatkan pemeriksaan dokter , pemeriksaan kencing manis dan lab tertentu, Obat di dokter pelayanan primer ( untuk wilayah Lontar peserta bisa memilih Dr.W.kuncoro ) dan semua pelayanan yang diberikan secara gratis alias tidak membayar.
Jika dirasa penyakit perlu dilakukan rujukan ke dokter spesialis di Rumah sakit, maka biaya dokter, biaya rawat inap atau pemeriksaan Rumah sakit, obat akan Gratis tidak perlu keluar biaya lagi.

Kata Kuncinya, Bagi peserta pemegang kartu akan diberikan pelayanan kesehatan Gratis sesuai standard BPJS.
Tidak itu saja peserta berhak mendapatkan bimbingan pengarahan cara hidup sehat dan penjelasan mengenai penyakitnya. ( konsultasi secara gratis ).

 Alur pembuatan kartu BPJS Kesehatan seperti apa?

 Masyarakat bisa datang ke kantor BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) kemudian melakukan hal berikut:
  1.  Mengisi formulir pendaftaran
  2.  Pembayaran premi
Anda akan diberikan  kode bank untuk pembayaran premi pertama yang bisa dilakukan melalui ATM atau bank terdekat yang saat ini sudah bekerjasama yaitu bank BRI, BNI dan Mandiri.
Untuk biaya premi peserta mandiri dengan perawatan kelas 3, sebulan hanya Rp 25.500 per orang, untuk perawatan kelas II sebulan Rp 42.500 per orang dan perawatan kelas I sebesar Rp 50.000 per orang.

Bagaimana alur pelayanan kesehatan, katanya tidak boleh langsung ke rumah sakit?

 Iya memang benar, alurnya sebagai berikut.
  • Untuk pertama kali setiap peserta terdaftar pada satu fasilitas kesehatan tingkat pertama , dokter yang ditunjuk /yang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan ( wilayah Lontar dr.Kuncoro ) 
  • Dalam jangka waktu paling sedikit 3 (tiga) bulan selanjutnya peserta berhak memilih fasilitas kesehatan tingkat pertama yang diinginkan. ( Jika peserta tidak puas dengan pelayanan dokter yang ditunjuk misalnya dr. Kuncoro tidak melayani dengan baik , dan peserta tidak puas maka peserta bisa meminta pindah dokter lain ) atau puskesmas.
  • Peserta harus memperoleh pelayanan kesehatan pada fasilitas kesehatan tingkat pertama tempat peserta terdaftar, kecuali berada di luar wilayah fasilitas kesehatan tingkat pertama tempat peserta terdaftar atau dalam keadaan kegawatdaruratan medis.
Bila sudah aktif menjadi peserta, alur pelayanan menggunakan pola rujukan berjenjang yang dimulai dari sistem layanan primer Rumah sakit rujukan utama.
Ia mengatakan, layanan primer terdiri atas Puskemas, klinik dokter pribadi serta klinik pratama (klinik swasta). Jadi nanti setiap orang mulai berobat dari sistem layanan primer dulu sehingga menghindari penumpukkan di satu rumah sakit. Khusus untuk keadaan darurat seperti kecelakaan atau penyakit yang tidak bisa ditangani di layanan primer, bisa langsung ke rumah sakit.

Peserta BPJS diwilayah Lontar ( Kecamatan Pulau Laut Barat, Pulau Laut Tanjung Selatan, Tj Lalak , dan sekitarnya ) Bisa mengajukan untuk mendapatkan pelayanan  primer BPJS di Dr.W.Kuncoro


Selamat Datang 2014 , New Year ..............

Seperti biasa tahun baru adalah kegembiraan bagi banyak orang namun tidak sedikit pula menganggap 31 desember malam seperti layaknya hari-hari yang lain.
Beberapa orang yang suka berencana membuat resolusi atau rencana yang ingin di capai tahun depan, namun orang sepertiku yang tidak suka berencana mengatakan " let it flow...and let's surf ".

Semoga Tuhan memberkati hari-hari mendatang penuh dengan kedamaian di negeri ini, kemudahan menyonsong rezeki, kesejahteraan bagi seluruh umat sehingga tersedia cukup waktu untuk bersyukur kepada Tuhan , memberi cinta kepada sesama sebagai bentuk kecintaan padaNya.