12 February 2015

PELAYANAN PUSKESMAS DAN DOKTER PELAYANAN PRIMER HARUS TULUS DAN BERFIKIRLAH GLOBAL . JANGAN SEPERTI DI PUSKESMAS X DI KABUPATEN BLITAR

Karena terpisah jarak tidak setiap hari saya bersua dengan Ayah - Iby , Sore kemarin saya menelepon Ayah bercerita banyak hal , melepas rindu , sampai pada cerita mengenai kesehatan . Karena Ayah sebagai pensiunan terdaftar di BPJS maka diusianya yang senja saya minta selalu rutin memeriksakan baik tekanan darah atau keluhan lain . Dan  beberapa hari beliau mengeluhkan kalau bangkit dari duduk penglihatan terasa gelap dan badan terasa ringan , namun jika berdiri sebentar sudah baik lagi.

Maka periksalah beliau datang ke puskesmas sebuah kecamatan diwilayah kabupaten Blitar disebelah timur, dan diperiksa tekanan darah informasinya tekanan 120/80 normal.
Maka diberilah ayah saya obat , yang saat saya minta beliau membaca diberinya Paracetamol ( Obat nyeri dan Demam ) , Antacida Doen ( Obat Mag ) dan pil Kuning ( Vit ). Saya konfirmasi apakah ayah demam atau sakit beliau menjawab tidak , apakah ayah nyeri ulu hati mag , beiau menjawab tidak .

Lantas saya berguling-guling membentur-mbenturkan kepala ke tembok...wekkekek ( sarkastik )  , melihat kejadian ini , sungguh memalukan , sehingga saya minta Ayah menyimpan saja obatnya .

Obat tidak tersedia

Ini tidak tejadi sekali-du saja , dan terjadi di banyak tempat termasuk diwilayah Kotabaru , pasien BPJS dianggap membebani puskesmas karena membayar murah premi nasional kapitasi hanya Rp. 8.000,- sehingga petugas seringkali ogah-ogahan , belum lagi obat dipuskesmas yang belum tentu tersedia maka yang diberikan adalah  obat apa saja yang masih ada, dan saya tahu Paracemaol ( obat panas ) , Antacid ( obat Mag ) dan CAlk ( penguat tulang ) obat yang paling sering dalam jumlah banyak , selalu ada. Maka tak khayal lagi obat itulah diberikan jika tidak tersedia obat.

Pasien BPJS dengan Sistem  Kapitasi  jangan dianak-tirikan 


Mungkin sedikit membantu memahami sistem kapitasi , bahwa seorang dokter mitra BPJS dan puskesmas yang ditunjuk . Dibayar oleh BPJS sebesar angka tertentu , kalau dokter mitra 8.000 per orang peserta. 
Jadi  misalnya jika  peserta yang terdaftar di dokter mitra sejumlah 2.000 peserta , maka BPJS setiap bulanmembayar sejumlah 2.000 x Rp. 8.000 =  Rp 16.000.000,- kepada dokter mitra.
DAn atas perhitungan statistik kunjungan rawat jalan paling banyak 10-15 % dari peserta atau 200-300 pasien. , maka setiap pasien membayar  Rp. 50.000,- -Rp. 80.000,- , nilai yang cukup besar jika dibanding dengan tarif resmi sesuiai perda terdahulu sekitar 5.000 per pasien .

Jangan anak tirikan peserta BPJS , karena mereka telah membayar dengan cukup besar.
Semoga pola pikir pemberi pelayanan BPJS sedikit terbuka dan menjadi tulus.

21 August 2014

KEMISKINAN ADALAH SUMBER PANYAKIT

Tenggelam dalam sedih membuatku menyesak tatkala melihat pasien-pasien yang tak sanggup melakukan rujukan karena alasan biaya atau kemelaratan. Tidak sedikit kasus dalam bulan ini saya masygul dan marah pada situasi dan sistem JKN yang belum merambah mayarakat miskin di kecamatan Pulau Laut Barat Kotabaru.

Nyata , pada bulan ini 4 pasien terancam lost their sight alias buta karena saat dirujuk tidak ada kemampuan keuangan , 2 kasus trauma pada kasus yang berbeda dan 2 katarak matur yang tidak  dioperasi.
Sehingga memang benar kemiskinan adalah rantai setan yang membelenggu suatu keluarga, karena kemiskinan tidak berdaya untuk sehat dan karena tidak sehat semakin meneggelamkan dalam jurang palung kesengsaraan . 

Pendidikan sebagai lifebuoy  -- balon pelampung yang bisa digunakan sebagai upaya menyelamatkan diri dari kemiskinan . Namun perlu upaya ekstra keras unutk menggapainya.

Tolong pemangku kekuasaan , jangan biarkan kemiskinan mencabik-cabik warga bangsa ini, jika Anda tidak mampu menyejahterakan anak bangsa jangan menyodorkan diri untuk mendapatkan amanah.


05 July 2014

SURAT RUJUKAN RJTP BPJS

Ideal memang apa yang diimpikan JKN melalui BPJS-nya, semua online ...pokoknya semua on line anggapanya pasti mudah dan beres. [ jadi ingat kampanye salah satu capres saja :) ].
Tetapi harus diingat sistem yang berjalan di jaringan kesehatanya mulai pelayanan primer sampai rumah sakit .
Tidak sedikit petugas kesehatan di Puskesmas atau Rumah sakit yang buta internet. Kendala lain  jaringan internet yang belum baik. Satu hal lagi adalah biaya, mungkin aktivasi internet data pendudkungnya komputer set , printer adalah beban bagi pemberi pelayanan .

Memutar otak , agar tidak ada kendala dalam pencetakan surat rujukan peserta yang seharusnya on-line maka saya dibuat hard copy, berikut saya ingin berbagi sejawat yang membutuhkan .

Surat Rujukan BPJS