16 April 2016

KEMITRAAN SAWIT SEHARUSNYA BAGAIMANA DAN SIAPA YANG MENGAWASI ???

Program kemitraan PT Bumi Raya Investindo - Golden Plantation  dan Petani Plasma 



Program kemitraan dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan jauh panggang dari api jika tidak ada pengawasan , yang terjadi di banyak tempat justru perusahaan inti membohongi dengan ketidaktransparan, pembagian hasil panen.

Seperti yang terjadi di program plasma PT Bumi Raya Investindo yang saat dibawah PT Golden Plantation, Pulau Laut Barat mendapatkan hasil 70.000 ribu per 2 hektar . Pola kemitraan yang seperti apa jika seperti ini ?. Sejak 2002 penanaman awal hingga 2016 seharusnya sudah masa puncak panen. Dengan asumsi awam 240 pohon 2 kali panen per bulan ,  480 pohon. Dengan rerata berat TBS 8 kg. Hasil 2 Ha adalah 3,8 Ton. Jika dengan harga terendah 1.000 maka hasil  Rp.3840.000,-. Faktanya petani mendapat hasil Rp 74.000.000,-. Kemitraan seperti apa ini?. Ini adalah kemitraan 98 : 2 . Artinya 98% hasil diambil perusahaan Bumi Raya Investindo dan 2% dibagikan ke Petani.



Helloooo....Apakah ini yang dinamakan kemitraan. Kabar lahan petani di jaminkan untuk pinjaman bank dari pinjaman awal 70 juta menjadi lebih dari 100 juta tanpa pemberitahuan petani? Kemana petani harus mengadu . Apakah petani harus mengadu terlebih dulu baru baru mendapat haknya. Fungsi pengawasan pemerintah  dimana?. Apakah Perlu ke Lembaga Bantuan Hukum ?. 
Mulai Camat , anggota DPR , Ombudsman kewalahan berbagai pertemuan diselenggarakan tak sanggup menyelesaikan dan membawa titik terang. Lalu kepada siapa petani menggantungkan harapan?.


INILAH YANG SEHARUSNYA TERJADI AGAR PETANI TIDAK DIKIBULI



Sebelum kemitraan terjalin perusahan harus memberi kejelasn pola kemitraan , berapa masa kerjasama. Hal dan Kewajiban harus disebutkan dalam kesepakatan kemitraan hitam diatas putih.
Inilah Contoh Kerja sama antara perusahaan yang bermoral ( mis.  Smart, tbk, Astra Agro Lestari  dan Sinarmas.Tbk ) yang terjadi di Sumatra dan ditempat lain di Kalimantan . 

POLA KEMITRAAN 

 

Pola kemitraan yang umum adalah 60:40  dan jika kondisi lahan sulit bergunung  70:30 
Dan disumatra dan kalimantan tengah aturan ini ditetapkan dalam perda agar perusahaan tidak semena-mena terhadap petani.
 
========================





SURAT PERNYATAAN PENYERAHAN LAHAN (SPPL)
DAN KEIKUTSERTAAN DALAM PROGRAM PEMBANGUNAN
KEBUN KELAPA SAWIT POLA KEMITRAAN DENGAN
PT. ...........................
Nomor: /SPPL/IRM-INHIL/ ./20

Pada hari ini................... Tanggal...................... Bulan............................... Tahun.................................. di Desa.................................... Kecamatan........................................, Kabupaten Indragiri Hilir, Propinsi Riau, membuat Surat Pernyataan Penyerahan Lahan selanjutnya disebut SPPL dan keikutsertaan dalam Program Pembangunan Kebun Kelapa Sawit Pola Kemitraan dengan PT.....................................

Saya yang bertanda tangan dibawah ini menjelaskan dan menerangkan sebagai berikut :

Nama                                     :
No. KTP/SIM                        :  (Lamp. Foto Copy No. KTP/SIM)
Tempat/Tanggal Lahir       :
Pekerjaan                              :
Alamat                                   :

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama pribadi serta keluarga saya sendiri selaku pemilik/ penguasaan atas sebidang tanah/ lahan dengan status ……………………… seluas ± ………… Hektar, terletak di Desa………………………….., Kecamatan………………………………, Kabupaten ................... dengan batas-batas sebagai berikut:
  1. Sebelah Utara                       : ………………………………………………………………………………
  2. Sebelah Selatan                    : ………………………………………………………………………………
  3. Sebelah Timur                     : ………………………………………………………………………………
  4. Sebelah Barat                       : ………………………………………………………………………………

Tanah/Lahan yang dimaksud berada disekitar Sungai/Parit/Bukit …………………………………..… yang saya peroleh dari:
  1. Membuka hutan, pada tahun            ……………………
  2. Membeli pada tahun                           ……………………     Dari ………………………
  3. Warisan/ hibah pada tahun              ……………………     Dari ………………………

Hak atas tanah/ penguasaan lahan sebagaimana dijelaskan diatas diserahkan kepada PT....................... untuk ikut serta dalam Program Pembangunan Kebun Kelapa Sawit dengan Pola Kemitraan Bagi Hasil    .... : ..... dan diurus serta diproses menjadi hak yang lebih tinggi dalam hal ini menjadi Sertifikat Hak Guna Usaha ( HGU ) atas nama PT. ....................... sesuai dengan ketentuan yang berlaku berdasarkan Sporadik ( Surat Pernyataan Penguasaan Fisik Bidang Tanah ) yang sah atas tanah/ lahan tersebut berdasarkan Surat Sporadik dengan Nomor Registrasi Desa :……………………………………………………..

Adapun orang-orang yang mengetahui bahwa saya pemilik tanah lahan antara lain:
1.       Nama…………………………… Alamat ……………………………………………………………………
2.       Nama…………………………… Alamat ……………………………………………………………………
3.       Nama…………………………… Alamat ……………………………………………………………………
4.       Nama…………………………… Alamat ……………………………………………………………………

Sedangkan orang-orang yang menjadi ahli waris saya adalah :
  1. Nama………………………………             Hubungan……………             Alamat ………………………………………
  2. Nama………………………………             Hubungan……………             Alamat ………………………………………
  3. Nama………………………………             Hubungan……………             Alamat ………………………………………
  4. Nama………………………………             Hubungan……………             Alamat ………………………………………


Setelah saya mendapat informasi dari Lurah dan mendengar langsung sosialisasi dari pihak perusahaan, maka dengan ini menyatakan siap ikut serta dan bersedia menyerahkan lahan/ tanah dengan sadar dan tanpa paksaan sebagaimana dijelaskan diatas untuk Pembangunan Kebun Kelapa Sawit Pola Kemitraan Bagi Hasil .... : ........ dengan ketentuan - ketentuan yang disepakati sebagai berikut ini :

1.       Masalah tanah/ lahan yang saya serahkan bersedia diukur oleh pihak perusahaan untuk menentukan letak koordinatnya dengan menggunakan alat GPS ( Global Positioning System ), sekaligus untuk mengetahui luas ukuran yang sebenarnya.
a.       Dasar perhitungan bagi hasil adalah luas lahan/ tanah yang diukur dikurangi dengan PUSO ( jalan, parit dan sempadan sungai serta lahan-lahan yang tidak dapat dimanfaatkan untuk Program Pembangunan Kebun Kelapa Sawit ), berlaku secara kolektif dari sejumlah lahan yang diukur.
b.       Saya sebagai pemilik lahan memiliki bukti atas tanah yang diserahkan dalam bentuk gambar ukur ( peta ) atau sejenisnya sesuai ketentuan yang berlaku sebagai lampiran.
c.        Pihak perusahaan dilarang membagi-bagi kepada pihak lain dalam bentuk kapling.
d.       Pihak perusahaan memiliki Hak dan Kuasa Penuh atas lahan areal tersebut sampai dengan habis masa HGU ( Hak Guna Usaha ).
e.       Saya menerima kembali tanah yang saya serahkan secara utuh dan tetap ditempat semula dimana awalnya diserahkan serta dilengkapi dokumen-dokumen kepemilikan tanah oleh perusahaan setelah habis masa perjanjian.
f.         Sebagai bukti kepemilikan lahan saya sebelum habis masa perjanjian, saya akan menerima bukti kepesertaan program kemitraan yang sah dan resmi dari PT........................
g.       Apabila pihak perusahaan hendak memperpanjang program kemitraan setelah habis masa perjanjian ini ( selama 30 tahun ) maka dibuat dengan kesepakatan atau perjanjian baru.

2.       Beban Biaya dan Pembagian Hasil Usaha.
a.       Bahwa pembiayaan dan pengelolaan kebun adalah sepenuhnya merupakan tanggung jawab pihak PT. ............................
b.       Petani/ Pemilik lahan tidak dibebankan atas adanya biaya pengelolaan kebun.
c.        Petani/ Pemilik lahan mendapat hasil panen kelapa sawit yang disesuaikan dengan Pola Kemitraan Bagi Hasil .. : 70:30 dari hasil panen sesuai standar pengelolaan kebun kelapa sawit.
d.       Harga Tandan Buah Sawit ( TBS ) di Kebun adalah harga TBS menurut ketentuan Disbun dan / instansi Pemerintah yang berwenang dalam penentuan harga TBS.

3.       Hal Mengenai Koperasi dan Tenaga Kerja.
a.       Bahwa masyarakat yang menyerahkan lahan/ tanah untuk program kemitraan tergabung dalam suatu wadah koperasi.
b.       Bahwa pengurus koperasi tunduk kepada aturan dan perundangan yang berlaku serta senantiasa mengedepankan semangat dan azas koperasi.
c.        Pengurus Koperasi bertanggung jawab atas penyaluran hasil usaha kepada pihak petani atau pemilik lahan baik secara tunai maupun rekening pribadi atau kelompok.
d.       Bahwa koperasi yang dibentuk oleh masyarakat peserta pola kemitraan tersebut dapat menjembatani hubungan yang harmonis antara perusahaan dan peserta pola kemitraan.
e.       Bahwa segala kegiatan koperasi yang berkaitan dengan program kemitraan hendaknya senantiasa berkoordinasi dengan perusahaan.
f.         Bahwa masyarakat setempat menjadi prioritas utama untuk menjadi tenaga kerja dilokasi perkebunan PT. .........................

4.       Masalah Produksi dan Masa Panen.
a.       Produksi dihitung berdasarkan standar produksi kebun kelapa sawit seperti poin 2b diatas.
b.       Masa pembagian hasil adalah dimulai saat tanaman dinyatakan siap panen ( TM-1 ) sampai kebun tidak berproduksi atau tanaman berumur 30 ( Tiga Puluh )  tahun.

5.       Komitmen dan Tanggung Jawab.
a.       Pihak penyerah lahan/ tanah bertanggung jawab penuh atas keabsahan lahan/ tanah dimana bila terjadi claim ( tuntutan ) maka penyelesaiannya diserahkan kepada pihak penyerah lahan.
b.       Saya sebagai pihak penyerah lahan/ tanah menyetujui untuk tidak mencabut diri/ mengundurkan diri secara sepihak dari Program Kemitraan dengan alasan apapun demi kelancaran dan kesuksesan Program Pembangunan Kebun Kelapa Sawit ini dalam mewujudkan peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat sekitarnya.
c.        Saya sebagai pihak penyerah lahan/ tanah menyetujui jika lahan tersebut karena kelalaian ternyata dikemudian hari bermasalah, maka penyerah lahan/ tanah bertanggung jawab penuh menyelesaikan masalah tersebut dan koperasi atau perusahaan berhak menahan SHU ( Sisa Hasil Usaha ) hingga masalah tersebut benar-benar dinyatakan telah selesai.

6.       Hal - hal yang belum ditentukan dalam surat pernyataan ini akan dimusyawarahkan dan disepakati lebih lanjut dengan pihak perusahaan demi kelancaran program dan ditambahkan dalam adendum.

7.       Surat Pernyataan Penyerahan Lahan ( SPPL ) dan keikutsertaan dalam Program Pembangunan Kebun Kelapa Sawit Pola Kemitraan ini dinyatakan sudah sah untuk memulai pekerjaan.

Demikian Surat Pernyataan ini dibuat rangkap 2 ( dua ) dan saya tandatangani dengan penuh kesadaran dihadapan notaris dan/ Pejabat Pembuat Akta Tanah tanpa paksaan dan tekanan dari pihak manapun diberi materai secukupnya dan aslinya diserahkan untuk disimpan oleh pihak perusahaan dan dipergunakan sebagaimana mestinya sesuai hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia.


Yang Membuat                                                                                   Yang Menerima Penyerahan Lahan/ Tanah
Pernyataan Penyerahan/                                                                                                                   dan / Pelepasan Hak Atas Lahan/ Tanah 

Pemilik Tanah/ Penguasa Lahan                                                                                                                         PT. .........................



                                                                                                                                                                                   
                                                                                                                             Direktur               



Mengetahui                                                                                                  Mengetahui
Kepala Desa                                                                              Ketua Badan Pemerintahan Desa (BPD)
Desa: ..........................                                                                Desa: ...........................




                                                                                                                                                                             




                                                                               Dilegalisasi Oleh Notaris:






                                               


========================

Semoga dengan kejelasan lahan dan pola kerjasama , ada kejelasan bagi hasil dan ada titik terang kesejahteraan petani meningkat.
Harus diingat ketidak jelasan di awal maka akan terjadi pembohongan selama 25 -30 tahun , seolah tanah petani dirampas oleh perusahaan sawit. Lalu dengan gambaran ini siapa yang merasa memilik tanggungjawab terhadap ini agar segera menjalankan tugas dan fungsinya tidak hanya mendapat gaji buta dan menjadi antek-antek perusahaan.

14 April 2016

SINGKONG GAJAH KOTABARU , ANTARA HARAPAN DAN FAKTA

Demam budidaya singkong di Kotabaru mulai di hembuskan PT. Terang Sentosa Abadi.
Info yangsaya dapatkan di lapangan PT TSA telah melakukan uji coba seluas 50 Ha. Dan menilai berhasil uji coba ini maka akan mengembangkan dalam sekala besar . Dan kini tengah mempersiapkan pembangunan pabrik.
Mendengar peluang kerjasama, masyarakat sangat antusias. Kalkulasi diatas kertas memang lebih menguntungkan dibanding sawit. Masa produksi yang cepat 10 bulan sudah panen  tampaknya sangat menarik bagi masyarakat.
Namun perlu di mengerti bahwa masyarakat Kotabaru sangat mudah mengikuti trend  terbukti pada saat euphoria sarang walet semua berlomba untuk investasi di walet . Terbukti gedung sarang walet berdiri dimana-mana.
Singkong gajah, program ini saya yakin demikian halnya. Akan mudah di ikuti dan didukung . Sehingga pabrik tapioka yang akan didirikan tidak kesulitan mendapatkan bahan baku.
Namun...........jika sekali hasil yang diharapkan jauh dari harapan maka jangan harap masyarakat akan mengikuti program ini.

Harapan besar yang digantungkan oleh masyarakat dalam program ini , berharap terjawab dengan fakta yang menyenangkan . Hasil panen dan harga jual bisa mensejahterakan petani. Jika tidak...waspadalah.... 

08 January 2016

Ini Dia Kereta Api Kotabaru Jaman Kolonial Dulu


Jaman dulu lebih  pintar dari jaman sekarang ? Masak sich......


Belanda telah memikirkan pemecahan masalah transportasi yang ekonomis dan efisien untuk program pengerukan kekayaan Kotabaru . Proses ini pasti dipikirkan untuk mendapatkan yang paling murah untuk keuntungan sebesar-besarnya_ekonomis.
Dan Kereta api adalah salah satunya.... tetapi apa lacur , proyek kereta  ini sekarang sudah tidak ada lagi..

20 May 2015

BERHENTI MEROKOK KENAPA SULIT ...? Mulai saja pada bulan Ramadhan

Berhenti merokok memang memerlukan disiplin dan ketetapan hati. Beberapa perokok gagal sebelum memulai , namun ada satu cara bagi perokok yang kebetulan muslim ....., selama puasa bisa tidak merokok so.. kenapa tidak dilanjutkan siang malam stop tidak merokok  dan awal berubah untuk bebas dari rokok.

Dengan  keimanan yang terbooster selama ramadhan , berjuang melawat "sakau Nikotin "...
Selamat berjuang dan semuga Ramdhan  bulan depan dapat benar-benar bebas dari belenggu rokok.


05 April 2015

SHARE AL IZZAH : BERAT DAN HARU DENGAR TANGISAN PERTAMA IZZATI

Setelah bersuka cita menerima informasi bahwa Izzati diterima di IBS Al Izzah Batu Malang, malam ini saya dengarakan tangis haru pertamanya.
Sehari yang lalu mendapat informasi terkait persiapan penerimaan masuk santriwati baru, saya pelajari dan malam ini aku saya ceritakan kepada Izzati dengan harapan sejak awal dia mengetahui aktivitas selama di pondok.

Sambil kucoba deskripsikan bahwa kegiatan tidak jauh berbeda dengan aktivitas selama ini di qardhan Hasanah. Namun ditengah saya bacakan anakku menangis sedu-sedan dan merasa selama ini belum puas bersama mama-papa dan memayangkan apakah bisa tahan berjauhan dengan mama-papa.
Dengan membesarkan hatinya saya berusaha mengurangi bayangan sedih berpisah dengan mama-papa.
Dengan kepribadian yang dimiliki  ku yakini dia akan dapat beradaptasi dan menemukan orang tua dan pendidikan agama yang fokus untuk bekal menghadapi tantangan masa depan.

Dia bayangkan tinggal 4 bulan lagi bersama mama-papa, sambil menangis ..... terasa sebentar kebersamaan dengan mama papa - SMP-SMA-Kuliah  sudah tidak bersama mama papa.
Kuyakinkan buah hati pasti gembira ,kerasan dan dapat mengikuti pendidikan di Al Izzah.

Good luck my belove daugther...

12 February 2015

PELAYANAN PUSKESMAS DAN DOKTER PELAYANAN PRIMER HARUS TULUS DAN BERFIKIRLAH GLOBAL . JANGAN SEPERTI DI PUSKESMAS X DI KABUPATEN BLITAR

Karena terpisah jarak tidak setiap hari saya bersua dengan Ayah - Iby , Sore kemarin saya menelepon Ayah bercerita banyak hal , melepas rindu , sampai pada cerita mengenai kesehatan . Karena Ayah sebagai pensiunan terdaftar di BPJS maka diusianya yang senja saya minta selalu rutin memeriksakan baik tekanan darah atau keluhan lain . Dan  beberapa hari beliau mengeluhkan kalau bangkit dari duduk penglihatan terasa gelap dan badan terasa ringan , namun jika berdiri sebentar sudah baik lagi.

Maka periksalah beliau datang ke puskesmas sebuah kecamatan diwilayah kabupaten Blitar disebelah timur, dan diperiksa tekanan darah informasinya tekanan 120/80 normal.
Maka diberilah ayah saya obat , yang saat saya minta beliau membaca diberinya Paracetamol ( Obat nyeri dan Demam ) , Antacida Doen ( Obat Mag ) dan pil Kuning ( Vit ). Saya konfirmasi apakah ayah demam atau sakit beliau menjawab tidak , apakah ayah nyeri ulu hati mag , beiau menjawab tidak .

Lantas saya berguling-guling membentur-mbenturkan kepala ke tembok...wekkekek ( sarkastik )  , melihat kejadian ini , sungguh memalukan , sehingga saya minta Ayah menyimpan saja obatnya .

Obat tidak tersedia

Ini tidak tejadi sekali-du saja , dan terjadi di banyak tempat termasuk diwilayah Kotabaru , pasien BPJS dianggap membebani puskesmas karena membayar murah premi nasional kapitasi hanya Rp. 8.000,- sehingga petugas seringkali ogah-ogahan , belum lagi obat dipuskesmas yang belum tentu tersedia maka yang diberikan adalah  obat apa saja yang masih ada, dan saya tahu Paracemaol ( obat panas ) , Antacid ( obat Mag ) dan CAlk ( penguat tulang ) obat yang paling sering dalam jumlah banyak , selalu ada. Maka tak khayal lagi obat itulah diberikan jika tidak tersedia obat.

Pasien BPJS dengan Sistem  Kapitasi  jangan dianak-tirikan 


Mungkin sedikit membantu memahami sistem kapitasi , bahwa seorang dokter mitra BPJS dan puskesmas yang ditunjuk . Dibayar oleh BPJS sebesar angka tertentu , kalau dokter mitra 8.000 per orang peserta. 
Jadi  misalnya jika  peserta yang terdaftar di dokter mitra sejumlah 2.000 peserta , maka BPJS setiap bulanmembayar sejumlah 2.000 x Rp. 8.000 =  Rp 16.000.000,- kepada dokter mitra.
DAn atas perhitungan statistik kunjungan rawat jalan paling banyak 10-15 % dari peserta atau 200-300 pasien. , maka setiap pasien membayar  Rp. 50.000,- -Rp. 80.000,- , nilai yang cukup besar jika dibanding dengan tarif resmi sesuiai perda terdahulu sekitar 5.000 per pasien .

Jangan anak tirikan peserta BPJS , karena mereka telah membayar dengan cukup besar.
Semoga pola pikir pemberi pelayanan BPJS sedikit terbuka dan menjadi tulus.

21 August 2014

KEMISKINAN ADALAH SUMBER PANYAKIT

Tenggelam dalam sedih membuatku menyesak tatkala melihat pasien-pasien yang tak sanggup melakukan rujukan karena alasan biaya atau kemelaratan. Tidak sedikit kasus dalam bulan ini saya masygul dan marah pada situasi dan sistem JKN yang belum merambah mayarakat miskin di kecamatan Pulau Laut Barat Kotabaru.

Nyata , pada bulan ini 4 pasien terancam lost their sight alias buta karena saat dirujuk tidak ada kemampuan keuangan , 2 kasus trauma pada kasus yang berbeda dan 2 katarak matur yang tidak  dioperasi.
Sehingga memang benar kemiskinan adalah rantai setan yang membelenggu suatu keluarga, karena kemiskinan tidak berdaya untuk sehat dan karena tidak sehat semakin meneggelamkan dalam jurang palung kesengsaraan . 

Pendidikan sebagai lifebuoy  -- balon pelampung yang bisa digunakan sebagai upaya menyelamatkan diri dari kemiskinan . Namun perlu upaya ekstra keras unutk menggapainya.

Tolong pemangku kekuasaan , jangan biarkan kemiskinan mencabik-cabik warga bangsa ini, jika Anda tidak mampu menyejahterakan anak bangsa jangan menyodorkan diri untuk mendapatkan amanah.